30 April 2009

stasiun Tanjungpriuk diresmikan


Presiden Resmikan Stasiun Tanjung Priok

Jakarta, Kamis, 30 April 2009

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan pengoperasian stasiun kereta api Tanjung Priok, Jakarta Utara. Peresmian ditandai dengan pelepasan kereta rel listrik tujuan Bekasi pada Selasa (28/4) siang. Setelah itu, Presiden meninjau lokomotif listrik tua bernama Bonbon, lalu naik KA Joko Kendil menuju Stasiun Senen, Jakarta Pusat.

Saat peresmian itu, Presiden didampingi antara lain Ny Ani Yudhoyono, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Utara. ”Manfaatkan stasiun kereta api Tanjung Priok ini sebagai sarana transportasi yang efektif,” kata Presiden.

Peresmian itu menandai pengaktifan kembali stasiun kereta api Tanjung Priok setelah sembilan tahun tutup. Sebenarnya, pengoperasian kembali stasiun itu telah dimulai pada Senin, 13 April lalu, yang ditandai dengan peluncuran dua KA lokal tujuan Purwakarta, Jawa Barat, dan satu KA ekonomi tujuan Surabaya, yaitu KA Kertajaya.

Selama sembilan tahun tidak beroperasi, kondisi stasiun benar-benar memprihatinkan. Revitalisasi stasiun tua itu sebenarnya sudah dimulai lagi sejak 2005 bersamaan dengan dibentuknya Direktorat Jenderal Perkeretaapian di Departemen Perhubungan. Pada tahun 2008 pun dilakukan perbaikan menyeluruh sehingga tampak lebih indah.
Stasiun termegah

Direktur Utama PT KA Ignasius Jonan mengatakan, perbaikan gedung stasiun KA Tanjung Priok selesai pada akhir Januari 2009, dilanjutkan dengan perbaikan jalur KA yang masih dalam pengerjaan. Namun, secara operasional, stasiun termegah di Jakarta ini sudah dapat melayani masyarakat sambil pekerja melakukan penyempurnaan. Biaya renovasi gedung stasiun mencapai sekitar Rp 9 miliar.

Jadwal perjalanan KA lokal Cikampek-Pasar Senen-Tanjung Priok, KA 859, tiba pukul 06.40 dan KA 863 pukul 15.58. KA 860 bertolak dari Tanjung Priok pukul 09.30 dan KA 864 pukul 16.20. Keberangkatan dari Senen tidak ada perubahan. Untuk sementara jadwal KRL Ekonomi AC Tanjung Priok-Bekasi berangkat pukul 10.30 dan 17.45 dari Tanjung Priok. (CAL/ONG)

Sumber: Kompas (29/4)

22 April 2009

KRL TANJUNG PRIOK

KRL Priok- Bekasi Besok Meluncur

Jakarta, 22 April 2009

Mulai Kamis (23/4) besok, KRL Ekonomi AC jurusan Bekasi-Tanjungpriok dioperasikan secara penuh. Kereta bertarif Rp 4.500 ini berhenti di setiap stasiun, yakni Stasiun Kranji, Cakung, Klender Baru, Buaran, Klender, Jatinegara, Pondokjati, Kramat, Pasarsenen, Kemayoran, Rajawali, dan Ancol.

Kepala Humas PT Kereta Api (KA) Daop I/Jakarta Akhmad Sujadi mengatakan, hasil uji coba KRL Ancol-Tanjungpriok pada Minggu (19/4) cukup bagus. KRL Wisata yang diberangkatkan dari Stasiun Ancol pukul 09.15 tersebut dapat melaju sesuai target.

”Listrik aliran atas dan rel berfungsi dengan baik,” katanya kepada Warta Kota, Selasa (21/4).KRL ekonomi AC Bekasi-Tanjungpriok memiliki jadwal berangkat dari Stasiun Bekasi pukul 09.30 dan tiba di Priok pukul 10.22. Pada pukul 10.30, kereta ini berangkat ke Bekasi dan dijadwalkan tiba pada pukul 11.22.Perjalanan berikutnya adalah berangkat dari Stasiun Bekasi pukul 16.45 dan tiba di Priok pukul 17.38.

Perjalanan kembali ke Bekasi dilepas pukul 17.45 dan sampai di stasiun tujuan pukul 18.43. Sujadi juga mengatakan bahwa jadwal KRL Bekasi-Tanjungpriok tersebut merupakan jadwal sementara. ”Kalau sudah selesai track-nya, frekuensinya akan ditambah,” ujarnya.Di Stasiun Tanjungpriok ada enam jalur atau sepur. Namun, sejauh ini hanya tiga sepur yang bisa dimanfaatkan, yakni sepur 3, 4, dan 6.

Menurut Sujadi, tiga sepur lainnya akan segera difungsikan juga.Nantinya, jalur antara stasiun bersejarah ini dan Stasiun Ancol akan dibuat jalur kembar atau double track sehingga penumpang tidak terlalu lama menunggu kereta. Dengan dioperasikannya KRL Bekasi-Priok, warga Tanjungpriok yang hendak menuju Bekasi dengan kereta api tak perlu ke Stasiun Kemayoran, Pasarsenen, ataupun Stasiun Jakarta Kota lebih dulu. Mereka cukup memanfaatkan KRL ekonomi AC tersebut. (Ahmad Sabran)
Sumber: Wartakota ( 22/4)