25 Mei 2009

nasi goreng herbal



Nasi Goreng Herbal di KA Argo Gede


Jakarta, 25 Mei 2009
Anda pengguna jasa KA Argo Gede dan suka memesan nasi goreng, jangan kaget jika nasi goreng yang selama ini dipesan berwarna kemerahan mendadak menjadi hijau. Pasalnya, mulai Rabu (20/5) Reska arena 1 Jakarta dibawah komando Welly Herdimanto mengenalkan nasi goreng herbal yang berwarna hijau.

Menurut Welly, warna hijau berasal dari cairan daun suji dan nasi digoreng menggunakan minyak kelapa murni. Selain itu, untuk variasi rasa menggunakan campuran ikan teri medan yang ditaburkan di atas nasi goreng saat disuguhkan.

”Kami mencoba sesuatu yang baru didalam hal pelayanan makanan tapi tetap mengutamakan keinginan penumpang. Karena menurut kami, penumpang adalah tamu dan tamu adalah raja. Tanpa ”raja-raja’” ini, kami tidak akan mendapatkan tambahan uang ” ujar Welly.

Berbagai perbaikan layanan yang dilakukan Reska arena 1 Jakarta berpedoman pada 4 pilar utama pengusahaan jasa restorasi kereta api. Keempat pilar tersebut antara lain, Keselamatan, pelayanan, kenyamanan dan Tepat Waktu.

Dalam bidang Keselamatan, Reska Area 1 Jakarta melakukan aksi toilet kering. Artinya, kondisi toilet harus dalam keadaan kering setiap habis digunakan oleh penumpang dengan tujuan agar tidak licin. Pada Bidang Pelayanan, memberikan keset di depan toilet agar lantai tetap bersih dan kering saat penumpang keluar dari toilet. Untuk kenyaman, ruangan toilet di berikan aroma melati dan sentuhan bunga berwarna warni. Sedangkan pilar tepat waktu, segala pesanan penumpang cepat dipenuhi, karena tamu adalah raja yang harus dilayani dengan cepat dan baik agar puas.

Menurut Welly, yang juga memiliki disiplin ilmu pemasaran, Reska arena 1 Jakarta selalu mengikuti perkembangan sistem pelayanan yang sesuai dengan keinginan tamu. Dari masukan tamu atau pelanggan tersebut selanjutnya dijadikan acuan untuk perbaikan layanan di atas KA.

”Untuk program berikutnya, kami akan merubah tampilan kereta makan (KM) KA Argo Gede seperti ruangan Kafe yang dilengkapi dengan karaoke. Sama halnya pada kereta makan di KA Bima yang lebih dulu direnovasi. Harapan kami, walaupun KA ini menempuh jarak pendek setidaknya dapat mengurangi kejenuhan penumpang saat menuju Jakarta atau Bandung.” ungkap Welly ##

Tidak ada komentar:

Posting Komentar